Tampilkan postingan dengan label Favorit Books. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Favorit Books. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Februari 2010

Cepat dan Mudah Belajar Merajut

Siapa bilang merajut itu susah? Nyatanya, belajar merajut dari buku aja bisa kok. Baca dech buku Teknik Merajut Untuk Pemula yang disusun oleh Noe Idris dan Rajut Untuk Pemula dari Alison Dupernex. 

Aku membeli kedua buku ini karena tertarik ingin belajar merajut. Bikin kerajinan tangan adalah salah satu hobiku. Kruistik, sulam pita, merangkai manik-manik, kreasi kain flanel, sudah kutekuni. Tinggal rajut aja yang belum. Kebetulan ada diskon buku besar-besaran di Togamas Yogyakarta, jadi aku bisa berburu buku teknik merajut tadi. 

Sebenarnya, kalau kita ngobrol soal rajutan, ada dua jenis lho, yaitu Knitting (Merajut) dan Crochet (Merenda). Tapi kedua buku tersebut sama-sama menggunakan judul Merajut. Padahal di buku yang pertama kubeli, Teknik Merajut Untuk Pemula mengajarkan teknik merenda. Bedanya apa seh merajut sama merenda?

Ternyata neh, perbedaan mendasar dari merajut dan merenda adalah alat yang dipergunakan. Kalau merajut (knitting),  kita menggunakan sepasang jarum rajut, jadi baik tangan kanan maupun kiri kita sama-sama pegang jarum. Jarum untuk merajut ini berbentuk lurus panjang dengan ujung runcing. Sedangkan merenda (crochet) kita hanya menggunakan sebuah hakken (hook) yang ujungnya melengkung.

Kedua buku ini mengajarkan teknik merajut dan merenda yang paling dasar, so buat kita yang baru belajar, buku ini sangat berguna. Kita akan belajar mulai dari tusuk dasar sampai ke tusuk yang lebih rumit. Pasti dilengkapi dengan gambar dong, jadinya gampang belajarnya. Kalau tusuk-tusuk tersebut udah dikuasai, kita tinggal mencoba pola-pola simpel yang disediakan dalam buku ini. Eit, meski kayaknya pola smpel, tapi kita bisa langsung bikin tas rajutan lho....

Jadi buat yang cewe (klo ada cewe baca artikel ini), yuk kita merajut!

Rabu, 16 Desember 2009

Let's Get Married! Yang Mau Nikah, Wajib Baca

Pas lagi jalan-jalan di toko buku, aku ngelihat ada buku yang dengan cover yang cantik dan judulnya pun menarik, "Let's Get Married! Panduan Lengkap Menuju Resepsi Pernikahan". Karena kebetulan saat ini aku butuh informasi sebanyak mungkin tentang pernikahan, jadilah kubeli buku itu.

Pertama baca, aku langsung berdecak. Ini benar-benar referensi yang dibutuhin siapa pun yang akan melangsungkan pesta pernikahan. Merencanakan sebuah pesta, apalagi pesta pernikahan yang sakral, tentulah menguras banyak tenaga, pikiran, dan biaya. Belum apa-apa, kita sudah pusing, karena banyaknya hal yang mesti dipersiapkan. Sebagian orang bahkan tidak tahu harus memulai dari mana. Inilah yang kerap dialami oleh keluarga yang akan melangsungkan acara pernikahan.

Melalui buku ini, Liza Zakaria, Fitri Liza Aryamega, dan Fekum Ariesbowo W telah merangkum secara ringkas dan padat segala hal yang mengenai resepsi pernikahan. Buku ini terdiri dari lima bab yang mengupas tips-tips yang mudah dipahami. Kita jadi mengerti kapan harus menyewa gedung resepsi, katering, souvenir, dan gaun pengantin.
 
Yang paling menarik dari buku terbitan Penebar Plus ini adalah bonus Checklist dan foto-foto pada bab terakhir. Checlist ini sangat memudahkan kita untuk menyelenggarakan resepsi pernikahan, mulai dari perencanaan biaya hingga pelaksanaan pernikahan. Akan lebih baik lagi kalau foto-foto contoh gaun pengantin, souvenir, dll ditambah. Selain itu, perlu juga dibahas lebih banyak mengenai pelaksanaan akad nikah itu sendiri, apakah lebih baik dilangsungkan pada hari yang sama dengan resepsi, atau selang sehari.

Namun, secara keseluruhan, buku Let's Get Married bisa menjadi pilihan yang tepat sebagai panduan dalam melangsungkan resepsi pernikahan.





Minggu, 28 Juni 2009

Kisah Cinta yang Unik, The Time Traveler's Wife


Bisa menjelajah ruang dan waktu tampaknya hal yang mengasyikkan. Tapi, jika kita membaca karya Audrey 'The Time Traveler's Wife' mungkin kita akan mengubah pandangan kita.

Tokoh utama dalam novel ini, Henry de Tamble adalah seorang pria yang terlahir dengan kelainan genetis. Ia bisa tiba-tiba menghilang dan muncul di manapun –di masa lalu atau masa depan. Betapa hebohnya andai kita sedang berada di ruang kerja dan detik berikutnya kita tergeletak tanpa pakaian di tepi jalan pada tahun 1970. Itulah yang selalu dialami Henry sehingga ia harus berusaha untuk bertahan hidup di tempat yang tak dikenal. Henry memiliki kekasih bernama Clare. Seringkali ketika Henry tiba-tiba muncul di masa lalu, ia dapat bertemu dengan kekasihnya. Inilah hal yang paling menyenangkan dalam kehidupan Henry yang malang.

Clare Abshire adalah seorang seniman. Saat berusia enam tahun, ia berjumpa dengan Henry yang datang dari masa depan. Clare dengan setia menanti Henry berdasarkan daftar yang dibuat oleh Henry untuknya. Menjadi kekasih seorang penjelajah waktu adalah sesuatu yang menakjubkan bagi seorang gadis seperti Clare. Di satu sisi ia merasa beruntung mendapatkan pengalaman unik ini. Namun di masa depan, keteguhan Clare diuji ketika sang suami datang dan pergi tanpa pernah sempat berpamitan padanya dan ia bahkan tak pernah bisa menyusul Henry.

Menurutku, buku The Time Traveler's Wife ini bagus banget. Audrey menceritakan kisah romantis yang memikat dengan gaya bahasa yang lugas. Alur cerita sulit ditebak, sehingga membuat kita penasaran dan tak bisa berhenti membaca. Kita seolah diajak ikut melompati ruang dan waktu, sehingga bisa merasakan kegembiraan Henry karena mengetahui hal-hal sebelum waktunya serta kengerian mengetahui hal-hal yang tak dapat dihindarkan. Di sisi lain kita bisa ikut merasakan kecemasan yang dialami oleh Clare.

Buku The Time Traveler's Wife juga sarat dengan nilai-nilai yang dapat kita ambil pelajarannya. Misalnya ketika cinta Henry dan Clare diuji. Kekuatan cinta yang besarlah yang mampu menahan badai sedahsyat apapun.
Akankah Henry berhasil sembuh dari kelainannya dan hidup sebagai manusia normal? Dapatkah mereka menemukan kebahagiaan sampai akhir hayat?
Kalau penasaran dan pengen punya bukunya. Beli aja.

Selasa, 26 Mei 2009

Belajar Bisnis Paid Review Yuuk


Minggu lalu aku pergi ke toko buku. Maksudnya seh aku mau cari buku tentang blog. Soalnya selama ini aku hobi nulis-nulis di blog meskipun cuma sekedar nulis. Nah, terus aku menemukan buku berjudul Mari Berbisnis di Internet dengan Paid Review! Langkah Tepat untuk Mendapatkan Dollar.

Aku jadi penasaran ingin membaca buku tersebut. Selama ini aku tahu sekilas tentang paid review dari acara di TV (aku lupa acaranya). Jadilah aku membeli buku yang ditulis oleh Fahry Hadi Kusuma dan Suke Toejoeh ini. Buku setebal 186 halaman ini dibandrol dengan harga Rp44.800,00. Ternyata gak ada ruginya beli buku ini karena isinya berbobot dan dapat bonus CD juga.

Dalam buku pertamanya yang terdiri dari 10 bab ini, penulis mengupas langkah-langkah memulai bisnis paid review. Pertama, tentu saja kita harus mempersiapkan blog kita dulu agar bisa diterima oleh penyedia program paid review. Dalam buku ini kita juga bisa menemukan cara mengopimalisasi blog kita (penting banget buat aku yang newbiz) agar page rank kita tetap OK. Kalau blog udah Ok, kita tinggal mendaftarkan blog kita ke penyedia program Paid Review. Cara mendaftarnya juga diungkap dalam buku ini. Di akhir bab, penulis menyajikan contoh-contoh Paid Review yang sudah dibayar.

Buku ini termasuk dalam kategori tingkat mahir (tertera di sampul belakang buku). Jadi anggaplah buat pembaca yang harus sudah mengerti istilah-istilah dalam blogging dan teknik dasar nge-blog.

Namun, buku ini sangat membantu kita yang ingin terjun ke bisnis paid review. Aku sendiri jadi termotivasi untuk ikutan, sayangnya blogku masih memerlukan perhatian ekstra, belum memenuhi syarat seh...hehehe.

Udah dech beli aja bukunya, daripada penasaran. Kalau mau kenalan ama penulisnya klik aja